Analogi Tubuh Sebagai Sebuah Mesin Yang Paling Rumit

Apabila ada seorang dokter yang menghabiskan waktu seluruh hidupnya untuk mempelajari keajaiban, keunikan dan kerumitan tubuh manusia, maka ia hanya b

Apabila ada seorang dokter yang menghabiskan waktu seluruh hidupnya untuk mempelajari keajaiban, keunikan dan kerumitan tubuh manusia, maka ia hanya bisa memahami tubuh dan seluruh mekanismenya kurang dari 10 % (persen) saja. 

Tubuh manusia merupakan salah satu ciptaan Tuhan yang super canggih dan paling rumit. Sampai kapan pun dan manusia manapun di muka bumi ini tidak akan pernah bisa menciptakan satu mesin seperti layaknya tubuh manusia. Tubuh dengan berbagai kompleksitas dan kerumitannya mampu secara teratur dan bersinergi menjalankan fungsinya masing-masing. 

Seorang ilmuan berkebangsaan Inggris pada tahun 1663 berhasil membuktikan bahwa tubuh kita merupakan makhluk hidup yang terdiri dari satuan-satuan terkecil yang kemudian dinamakan atau disebut dengan sel. 

Apabila kita amati secara seksama di sebuah laboratorium, kita bisa saja tertipu oleh  penampilannya yang sangat sederhana, seolah-olah tampak kaku, padahal sebenarnya masing-masing sel dalam tubuh manusia tidak jauh berbeda dengan kota-kota besar di dunia, seperti kota Jakarta, Surabaya, Riyadh, New York dan lain sebagainya yang tidak henti-hentinya disibukkan dengan berbagai jenis aktivitas manusia. 

Sebagaimana layaknya sebuah kota besar, setiap sel memiliki ratusan sampai ribuan generator listrik, pabrik tenaga dan bahan bakar, jaringan komilunikasi yang rumit sistem transformasi, sistem keamanan, bahkan manajemen sampah pun harus diperhatikan dan dikelola dengan baik, agar kota tersebut berjalan dengan aman, tentram dan teratur guna kenyamanan warganya dan kemajuan kota itu sendiri. 

Sel-sel dalam tubuh manusia pun juga demikian, sel adalah pabrik mutaakhir yang menghasilkan aneka ragam produk. Ibarat sebuah pabrik, untuk menghasilkan produk maka harus ada bahan baku. Mengingat kualitas produk jadi sangat ditentukan oleh kualitas bahan baku, maka makanan denga mutu terbaik pasti akan menghasilkan kualitas sel terbaik. 

Selain itu, sel juga mempunnyai sistem pertahanan keamanan yang sistematis, teratur, dan sistem komando pusat pemerintahan hebat, lengkap dengan berbagai sensor yang super canggih yang berfungsi untuk menjaga stabilitas keamanan lingkungannya dari berbagai ancaman yang datang dari luar. 

Ada sekitar seratus triliyun sel yang terdapat dalam tubuh manusia dewasa, yang digolongkan ke dalam lebih dari 200 jenis kelompok sel dengan bentuk yang berbeda dan beraneka ragam jenis. Seluruh aktivitas harian kita sangat bergantung pada setiap sel dalam tubuh kita. Sebagai contoh, sewaktu Anda membaca artikel ini, sel-sel batang dan sel kerucut matalah yang menerima bayangan huruf-huruf tulisan ini, lalu dikirimkannya ke otak untuk diterjemahkan. Sewaktu Anda memikirkan makna kalimat demi kalimat, sel-sel. otaklah yang bekerja memberi pengertian. 

Selaput Pembungkus Sel Merupakan Cairan Ajaib

Isi sel dibungkus oleh selaput yang sangat tipis yang bersifat mendekati cair, tetapi sangat ketat dan efektif dalam melakukan tugasnya sebagai 'penjaga pintu'. Selaput pembungkus inilah yang menentukan apa saja yang boleh keluar atau masuk ke dalam sel. Dia bertugas menjaga keseimbangan agar semua zat yang dibutuhkan sel tersedia dalam jumlah yang tepat, tidak kekurangan dan juga tidak kelebihan. 

Sebagai contoh, pada sel otot dan sel syaraf, penjaga pintu ini harus menjaga agar jumlah unsur kalium yang ada di dalam sel tetap 35 kali lipat lebih banyak dari pada yang ada di luar sel, dan unsur natrium 10 kali lipat lebih banyak di luar sel dari pada yang ada di dalam sel. 

Untuk menjalankan tugas berat tersebut, selaput sel harus memiliki kemampuan untuk mengenali zat yang dibutuhkannya sehingga ia dapat memilih zat mana yang boleh masuk dan mana yang tidak boleh. Selaput ini juga mampu mengenali zat mana yang harus diizinkan keluar dari sel untuk dibuang atau ditransfer (dipindahkan) ke sel yang lain. Fungsi yang tidak kalah pentingnya adalah selaput sel ini berfungsi sebagai benteng pertahanan terdepan. 

Dua Zat Utama yang Membentuk Selaput Sel

Lemak dan protein merupakan dua zat utama yang membentuk selaput sel. Berdasarkan jumlah molekulnya, yang terbanyak adalah molekul lemak, dengan perbandingan satu molekul protein untuk setiap 50 molekul protein lemak (fosfolipida). Namun dari segi volume, protein bisa sama banyaknya dengan lemak. Jumlah protein dalam selaput sel bergantung pada fungsi khusus selaput sel tersebut. 

Kemampuan setiap pembungkus sel dalam melakukan fungsinya sangat ditentukan oleh jenis lemak yang membentuknya. Jenis lemak yang buruk, akan membuatnya sangat kaku dan tidak efektif dalam melakukan fungsi tugasnya. Lemak yang dipakai sebagai bahan baku untuk membuat selaput sel adalah dari lemak yang kita makan. 

Apabila kualitas lemak yang kita makan buruk, itu akan menghasilkan kualitas pembungkus sel yang buruk pula. Buruknya kualitas pembungkus sel akan mempengaruhi daya kerja sel-sel dalam melakukan fungsinya. Jika tidak segera diperbaiki, maka hal itu akan jadi pemicu penurunan daya tahan tubuh yang berakibat pada mumculnya berbagai macam penyakit. 

Setiap sel memiliki identitasnya masing-masing. Identitas sel ini dibentuk oleh molekul-molekul protein jenis tertentu yang muncul ke permukaan luar selaput sel. Identitas ini diperlukan agar sel yang satu dengan sel yang lainnya bisa saling kenal. Dengan demikian, apabila ada sel asing yang tersesat masuk ke dalam kelompok sel yang lain akan mudah dikenali dari identitasnya sehingga dia pun akan mudah mencari kawan kelompok selnya untuk kembali bila tersesat. 

Bayangkan kekacauan yang akan terjadi dalam tubuh, seandainya sel-sel tulang dibiarkan menetap dan tumbuh di sel-sel bibir atau mata, lama kelamaan akan tumbuh tulang dalam bibir atau bola mata, yang bisa menghilangkan fungsi bibir atau mata yang sangat elastis atau lentur. 

Sistem 'identitas' inilah yang bisa mengenali mana sel normal (sehat), mana yang tidak normal (contohnya saja sel kanker), atau mana sel-sel kuman. Dengan demikian mereka (sel-sel) bisa kenal mana kawan dan mana lawan. 

Pabrik Senjata Kimia Buatan Tuhan

Untuk memenuhi kebutuhan energinya, sel mempunyai generator tenaga yang disebut 'mitokondria'. Organel ini akan menghasilkan paket energi yang disebut adenosin trifosfat atau sering disingkat ATP. Paket energi inilah yang merupakan sumber energi bagi setiap makhluk hidup. 

Pada saat sel membutuhkan energi untuk melakukan kegiatan atau tugasnya, kemasan energi itu akan dipecah untuk mengeluarkan energi yang dikandungnya. Proses pembentukan dan pemecahan ATP ini terjadi selama masih ada proses kehidupan. Walaupun dalam keadaan tidur nyenyak, sel-sel dalam tubuh kita tetap sibuk membentuk dan memecah ATP, sebab tungku-tungku api energi sel harus tetap menyala untuk menjaga agar tubuh tetap hangat. Ketika kita tidur, sel-sel yang sudah usang akan diganti dengan sel-sel yang baru. 

Pabrik kimia yang ada dalam sel mampu memproduksi berbagai macam jenis zat yang diperlukan tubuh yang berguna untuk membangun dan memperbaiki berbagai sarana dan prasarana dalam setiap sel. Contohnya adalah memelihara dan memperbaiki sistem pertahanan garis depan, yaitu prajurit selaputnya, membangun generator tenaga yang baru, dan memperbaiki sistem transportasi yang sudah mulai usang. 

Pabrik kimia dalam sel ini bekerja sangat efisien dan akurat. Ada banyak zat yang dihasilkan di pabrik kimia sel ini, telah dapat ditiru di laboratorium oleh para ilmuan. Akan tetapi sebaik dan secepat apa pun manusia meniru, pabrik kimia di dalam sel bisa membuat zat-zat ini dalam waktu jutaan kali lebih cepat dari pada laboratorium manusia dan tanpa meninggalkan limbah kimia seperti umumnya terjadi dipabrik-pabrik kimia produksi manusia. 

Telah diperkirakan bahwa tubuh manusia kehilangan sekitar 17 milyar sel setiap harinya. Melalui sel-sel yang telah rusak ini, tubuh akan kehilangan sekitar 30 gram protein. Untuk menjaga keseimbangan tubuh, maka sel-sel perlu membentuk protein baru untuk menggantikannya. 

Sel mempunyai kaderisasi yang teratur dan terprogram untuk menjaga keseimbangan tubuh. Sel-sel bagian luar kulit akan hilang karena pergesekan, dan sel-sel darah merah akan mati setelah mencapai usia 120 hari. 

Demikian, semoga bermanfaat. 

Sumber : Husen A. Bajry. M.D., Ph.D

ELZEERA is an online media portal that provides various INFORMATION and NEWS from various themes or topics of discussion that are updated and trusted.