Tentang Obat Batuk dan Pilek yang Perlu Anda Ketahui Sebelum Mengkonsumsinya

Masyarakat yg membeli obat di Apotek ataupun toko obat berijin untuk menangani gejala awal dari sakit disebut dengan Swamedikasi. Saat batuk pilek, bi

Masyarakat yang membeli obat di Apotek ataupun toko obat berijin untuk menangani gejala awal dari sakit disebut dengan Swamedikasi. Saat batuk pilek, biasanya masyarakat tidak langsung memeriksakan diri ke dokter. Sebetulnya hal ini punya kekurangan.

Beberapa kekurangan dari swamedikasi adalah tidak mengenali keseriusan gangguan penyakit, penggunaan obat yang kurang tepat dan terlalu lama dalam takaran yang terlalu besar sehingga saat datang terlambat ke dokter maka dokter akan memberikan obat yg lebih keras, bisa juga dokter memberikan antibiotik karena sudah terjadi infeksi bakteri.

Obat batuk pilek yang ada di pasaran umumnya mengandung komposisi :

  • Analgetik (pereda pusing) = parasetamol
  • Antipiretik (penurun demam) = parasetamol
  • Antihistamin (untuk alergi) = chlorpheniramine maleate, dexchlorpherniramine maleate
  • Antitusif (pereda batuk kering) = dextromeptorphan Hbr, noscapine
  • Ekspektoran (pengencer dahak) = guaifenesin, glyceril guaiacolat
  • Dekongestan (pelega hidung tersumbat) = phenylpropanolamine HCl, phenilephrin, ephedrin. 

Obat batuk pilek yang beredar di pasaran digunakan untuk meringankan gejala flu seperti demam, sakit kepala, hidung tersumbat, dan bersin-bersin yang disertai batuk. Kebanyakan obat batuk pilek dapat menyebabkan kantuk.

Obat batuk pilek yang ada di pasaran umumnya tergolong Obat Bebas Terbatas dan terdapat peringatan nomor 1 untuk obat Bebas Terbatas

Hal-hal yg perlu Anda perhatikan sebelum melakuan swamedikasi dengan obat batuk pilek yang dijual di Apotek atau toko obat berijin 

1. Tidak boleh diberikan pada penderita yang peka terhadap obat simpatomimetik lain (misal ephedrin, pseudoephedrin, phenilephrin), pendertia tekanan darah tinggi berat dan mendapat terapi obat anti depresan tipe penghambat monoamin oxidase (MAO)

2. Tidak boleh melebihi dosis yang dianjurkan

3. Hati-hati penggunaan pada penderita tekanan darah tinggi atau yang mempunyai potensi tekanan darah tinggi atau stroke, seperti pada penderita dengan berat badan berlebih (over weight) atau penderita usia lanut

4. Bila dalam 3 hari gejala flu tidak berkurang segera hubungi dokter atau unit pelayanan kesehatan

5. Hentikan penggunaan obat bila terjadi susah tidur, jantung berdebar dan pusing

6. Tidak dianjurkan penggunaan pada anak usia dibawah 6 tahun, wanita hamil dan menyusui kecuali atas petunjuk dokter

7. Hati-hati penggunaan bersama dengan obat lain yang menekan susuna saraf pusat

8. penggunaan pada pendertia yang mengonsumsi alkohol dapat mengakibatkan kerusakan ginjal

9. Selama minum obat batuk pilek, hindari menyetir atau mengendarai kendaran bermotor atau menjalankan mesin

10. Dapat menyebabkan depresi pernafasan dan susunan saraf pusat pada penggunaan dengan dosis besar

Efek samping yang umum terjadi jika kamu mengonsumsi obat batuk pilek yang dijual di Apotek atau toko obat berijin

  1. Mengantuk
  2. Gangguan fungsi pencernaan
  3. Gangguan psikomotor
  4. Takikardia
  5. Aritmia
  6. Palpitasi
  7. Retensi urin
  8. Penggunaan dosis besar dan jangka panjang menyebabkan kerusakan hati

Sebelum membeli obat batuk pilek yang ada di Apotek, pastikan kamu berkonsultasi dengan Apoteker. Jangan berbohong terkait dengan gejala penyakit yang muncul dan sudah berapa lama gejala penyakit itu terjadi. Hal ini akan berpengaruh pada tingkat pemilihan jenis obat, dosis obat dan penanganan penyakit yang seharusnya ditangani oleh dokter atau dokter spesialis.

Tanyakan pada Apoteker terkait dengan cara penggunaan obat yang benar, dosis obat, interaksi obat, efek samping obat, dan hal-hal yang harus dihindari selama menjalankan swamedikasi dengan obat batuk pilek. 

Hal-hal yang perlu Anda perhatikan ketika batuk dan pilek melanda kesehatan Anda

  1. Istirahat yang cukup. 
  2. Gunakan masker terutama jika hendak berinteraksi dgn orang yang mengidap penyakit kronik atau mengalami penurunan imunitas. 
  3. Terapi inhalasi uap panas dapat membantu menghilangkan gejala hidung tersumbat dan mempermudah pengeluaran lendir. 
  4. Jangan gunakan antibiotik seperti amoxicillin tanpa resep dokter. 
  5. Jangan menggunakan kortikosteroid seperti Dexamethasone tanpa resep dokter. 
  6. Banyak minum air putih yang hangat untuk menjaga agar saluran nafas tetap lembab. 
  7. Minum air putih sekurang-kurangnya 8 gelas setiap hari secara rutin. 
  8. Menghindari lingkungan yang dingin dan kering. 
  9. Singkirkan zat-zat atau substansi yang dapat mengiritasi tenggorokan
  10. Berkumur dengan air garam. 
  11. Konsumsi madu. 
  12. Minum teh jahe. 
  13. Tinggikan kepala saat tidur.

Demikian penjelasan singkat tentang obat batuk dan pilek, semoga bermanfaat dan dapat mencerahkan Anda, silahkan di share! 

ELZEERA is an online media portal that provides various INFORMATION and NEWS from various themes or topics of discussion that are updated and trusted.